SMA Negeri 5 Tambun Selatan
SMA NEGERI 5 TAMBUN SELATAN
MENU
Selamat Datang di Website Resmi SMA Negeri 5 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Selamat Hari Raya Idul Adha 10 dzulhijjah 1445 H/2024 M


Dari asal katanya, Iduladha berasal dari bahasa Arab. Id artinya kembali dan adha berarti binatang yang disembelih

Hari raya Iduladha ini mempunyai banyak penyebutan. Salah satunya adalah “Hari Raya Haji”. Disebut Hari Raya Haji karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji di tanah suci.

Pada saat Iduladha, umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah haji tengah menjalani Wukuf di Padang Arafah. Wukuf merupakan salah satu rukun dalam ibadah haji yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dulhijjah hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah.

Peristiwa Wukuf ini sering disebut sebagai puncak dari pelaksanaan ibadah haji. Saat Wukuf, mereka menggunakan pakaian Ihram, pakaian serba putih tidak berjahit yang melambangkan kesucian.

Selain itu, Wukuf juga menyimbolkan persatuan karena di sini berkumpul semua jamaah haji dari seluruh dunia. Di sini, tidak dibedakan status sosial dan asal.

Hari raya Iduladha juga disebut dengan “Hari Raya Kurban”. Istilah kurban sendiri merujuk pada kata qurban (asal kata qariba), yang berarti dekat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kurban berarti persembahan kepada Allah (seperti biri-biri, sapi, unta yang disembelih pada hari Lebaran Haji) sebagai wujud ketaatan muslim kepada-Nya.

Pada hari haya kurban ini umat muslim mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih hewan ternak.

Penyembelihan hewan ternak ini erat kaitannya dengan sejarah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan menyembelih Nabi Ismail AS, yang merupakan putranya.

Perintah menyembelih itu hadir lewat mimpi. Seperti diketahui, mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara turunnya wahyu Allah SWT, maka perintah yang diterima dalam mimpi itu harus dilaksanakan.

Nabi Ismail yang mendapat cerita dari bapaknya itu tidak menolak sedikit pun perintah tersebut. Peristiwa percakapan bapak dengan anak itu dijelaskan dalam surat Ash-Shafaat ayat 102.

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Nabi Ibrahim pun bersiap melaksanakan perintah Allah SWT. Ia bersama Ismail bergegas menuju sebuah bukit yang terletak di Makkah.

Di tengah perjalanan, Nabi Ibrahim dan anaknya kerap mendapat gangguan dari setan. Segala usaha dilakukan oleh setan agar Nabi Ibrahim gagal melaksanakan perintah Allah.

Untuk mengusir setan itu, Nabi Ibrahim mengambil batu dan melemparinya. Peristiwa melempari setan itu menjadi salah satu rangkaian ibadah haji yakni melempar jumrah.

Setelah setan-setan itu pergi, tidak ada lagi gangguan pada Nabi Ibrahim untuk menyembelih Ismail. Ketika pisau sudah digerakkan di leher Ismail, Allah meminta Ibrahim menghentikan perbuatannya.

Sebagai imbalan keikhlasan, Allah menggantinya dengan seekor kambing yang besar. Hal itu sebagaimana yang terjelaskan dalam surat Ash-Shafaat ayat 107-110.

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, Selamat sejahtera bagi Ibrahim. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Peristiwa yang dialami oleh Nabi Ibrahim dan anaknya, Nabi Ismail, mengajarkan kita pada dua hal, yaitu ketaatan dan keikhlasan.

Sebagai perintah dari Allah SWT, Nabi Ibrahim dan anaknya tidak sama sekali membantahnya, apalagi menolaknya. Ketaatan keduanya itu menunjukkan kualitas takwa seorang hamba.

Nabi Ibrahim dan anaknya juga menunjukkan keikhlasan yang sangat luar biasa. Nabi Ibrahim rela mengorbankan anaknya untuk Allah SWT. Begitupun Nabi Ismail yang rela disembelih untuk menaati perintah Allah SWT, padahal waktu itu usianya masih sangat muda.

Keikhlasan itu pun akhirnya terbalas dengan digantikannya Ismail oleh seekor kambing yang besar. (*)

Video Pemotongan Hewan Qur'ban di SMAN 5 Tambun Selatan

sumber : https://uici.ac.id/hari-raya-iduladha-makna-dan-sejarahnya/


Share:

LINK TERKAIT

STATISTIK PENGUNJUNG

Informasi data statistik kunjungan pengguna ke website SMA Negeri 5 Tambun Selatan.

Sedang Online
:   2
Kunjungan Hari Ini
:   246
Kunjungan Bulan Ini
:   46097
Kunjungan Tahun Ini
:   40430
Total Kunjungan
:   358184
JEJAK PENDAPAT

Bagaimana ketersediaan data pada website SMA Negeri 5 Tambun Selatan?

Banyak
27%
Cukup
17%
Kurang
56%
KONTAK KAMI

SMA Negeri 5 Tambun Selatan
Jl. Sunset Ave Grand Wisata Lambangsari Tambun Selatan
Telp./Fax. (021) 82627616